Yogyakarta-based digital creative agency

“Dua Tahun!” sorak beberapa anak muda yang berkumpul di sebuah ruang tamu rumah kecil di sudut kota Yogyakarta.

Udara panas pagi itu tak lagi bisa membendung semangat mereka untuk memulai semua pekerjaan untuk satu minggu penuh layaknya tanaman tembakau yang tumbuh subur tanpa hujan. ‘Weekly meeting’, demikian anak-anak Local Tobacco menyebutnya. Tatapan kosong sejenak tergambar dari dua orang di antara mereka. Bian dan Haris dua orang yang merupakan provokator alpha dari Local Tobacco hingga bisa menjadi digital agency seperti sekarang ini.

Playground V1

Dua tahun yang lalu, sebuah ide tercetus dari otak Bian yang baru saja tercemar kafein. Ide tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah obrolannya dengan Haris, kawan lama yang sudah tidak asing lagi dengan dunia pemasaran. Mereka sepakat untuk menciptakan ‘pengasuh’ bagi brand yang diberi nama ‘Local Tobacco’. Sebuah garasi kecil pun mereka rombak menjadi studio tempat kerja. Garasi itu mulai mereka rasa terlalu kecil ketika orang-orang kreatif mulai mereka rekrut satu per satu. Bahkan jika dilihat dari belakang, mereka tampak seperti berada di dalam angkot saat bekerja.

Playground v4
Sayonara

Karena tak tahan lagi berdesak-desakan dan karena terlalu sering  mencium aroma tubuh orang kreatif yang tercampur jadi satu, maka mereka memutuskan untuk pindah lokasi. Rumah kecil di Jalan Kaliurang Gang Sitisonya 1B dijadikan tempat bermain mereka. Tetapi setelah beberapa saat, mereka justru merasa rumah itu terlalu besar untuk mereka sendiri. Tak kehabisan ide, mereka pun mengajak brand-brand lokal dari lingkaran komunitas mereka untuk sama-sama berkarya dalam satu atap.

The new playground.

Di bawah atap itu, Local Tobacco perlahan bertransformasi ke arah digital sebagai proses adaptasi karena mereka sadar adaptasi merupakan senjata manusia untuk bertahan. Dua tahun mereka masih terus membebaskan ide, berkolaborasi, dan tak pernah lelah untuk belajar, tiga hal yang mereka lakukan berulang-ulang hingga menjadi gerakan reflek. Dua tahun orang-orang di Local Tobacco datang dan pergi, klien mereka pun silih berganti. Perjalanan itu tetap saja tak membuat Local Tobacco terbangun dari mimpi, mimpi kecil untuk sebuah kontribusi besar bagi industri kreatif.

Great insight comes from fresh mind.